D-Lysine HCl, dengan nomor CAS 7274-88-6, adalah turunan kiral asam amino hidroklorida, juga dikenal sebagai D-Lysine hydrochloride atau (R)-2,6-Diaminohexanoic acid hydrochloride. Rumus molekulnya adalah C₆H₁₅ClN₂O₂, dan berat molekulnya adalah 182,65 g/mol. Sebagai D-enantiomer dari L-lisin (asam amino esensial bagi tubuh manusia), ia tidak terlibat langsung dalam sintesis protein mamalia tetapi memiliki sifat kimia dan biologis yang unik, menjadikannya bahan baku serbaguna dalam bidang farmasi, makanan, biokimia, dan bidang lainnya.
Secara fisik, D-Lysine HCl tampak sebagai bubuk kristal putih hingga putih pucat atau butiran padat. Ia memiliki titik leleh 263-265℃ (penguraian) dan sangat larut dalam air, sedikit larut dalam etanol, dan tidak larut dalam kloroform. Ia memiliki rotasi spesifik [α]²⁰/D sebesar +25,0° hingga +28,0° (dalam air, c=10) dan stabil pada suhu dan tekanan normal, dengan stabilitas termal yang baik dalam rentang penyimpanan yang sesuai.
Secara kimia, bentuk garam hidroklorida meningkatkan kelarutan dalam air dan stabilitas kimia dibandingkan dengan D-lisin bebas. Ini mengandung dua gugus amino dan satu gugus karboksil, memungkinkannya untuk berpartisipasi dalam netralisasi asam-basa, tengahasi, dan reaksi organik lainnya, berfungsi sebagai bahan kiral penting dalam sintesis organik dan persiapan peptida.
Aplikasi intinya mencakup industri farmasi, yang bertindak sebagai perantara utama untuk mensintesis peptida, penghambat enzim, dan berbagai senyawa farmasi, mendukung pengembangan obat untuk mengatur fungsi fisiologis. Dalam penelitian biokimia, ini banyak digunakan sebagai reagen biokimia untuk mempelajari metabolisme asam amino, sintesis protein, dan kultur sel. Dalam industri makanan dan pakan, ini berfungsi sebagai suplemen nutrisi dan bahan tambahan, meningkatkan nilai gizi produk dan mendorong pertumbuhan ternak dan unggas.
Dari segi keamanan, D-Lysine HCl umumnya diakui aman (GRAS) untuk penggunaan yang dimaksudkan, tidak beracun dan tidak menyebabkan iritasi dalam kondisi penanganan normal. Ini harus disimpan di lingkungan yang tertutup rapat, sejuk, kering, dan gelap pada suhu 2-8℃, jauh dari oksidan kuat dan kelembapan, untuk mencegah degradasi dan penyerapan kelembapan. Dengan sifat kiralnya yang luar biasa dan prospek penerapannya yang luas, ia merupakan produk perantara yang sangat diperlukan dalam bidang-bidang bernilai tinggi seperti farmasi dan biokimia.